[Jurnalistik] Sejarah Jurnalistik di Dunia dan Indonesia

Sejarah Jurnalistik di Masa Kerajaan Romawi Kuno

Dari berbagai sumber yang tersebar diberbagai media informasi, sebagian besar mungkin sejarah jurnalistik akan langsung dikaitkan pada Acta Diurna (papan pengumuman untuk penyampaian informasi) atau produk jurnalistik pertama didunia pada saat itu, namun pada dasarnya kata Jurnalistik sendiri berasal dari bahasa latin Diurnal yang secara harfiah berarti ‘harian’ atau ‘setiap hari’. Lalu diadopsi kedalam bahasa prancis Du Jour dan juga kedalam bahasa inggris Journal yang berarti ‘hari’ atau ‘laporan’. Sedangkan Diunarii  yang mengacu kepada orang-orang yang bertugas untuk menempelkan setiap informasi di Acta Diurna tersebut muncul istilah Diurnalis atau Journalist yang berarti wartawan.

Acta Diurna sendiri mulai populer ketika bagaimana Julius Caesar pada masa kejayaannya menggunakan Acta Diurna sebagai media untuk memberitahukan segala informasi bagi setiap orang yang melewatinya. Semua informasi sudah tertera jelas disana, mulai dari hasil persidangan senat, berita tentang kejadian sehari-hari, dan papan informasi tersebut selalu diletakan di Forum Romanum (Stadion Romawi). Selain itu, semua informasi yang ada di Acta Diurna diperbolehkan untuk disebar luaskan kepada masyarakat luas.

Dari jabaran singkat diatas, dapat dikatakan bahwa bagaimana Julius Caesar memanfaatkan Acta Diurna sebagai media penyampaian informasi merupakan titik terang sendiri dalam perkembangan jurnalistik didunia yang awalnya hanya sebuah laporan harian hingga tercetak sebagai suatu media cetak yang sekarang ini kita ketahui sebagai surat kabar atau Koran.

Dalam mencetak setiap informasi dalam surat kabar, dibutuhkan berlembar-lembar kertas yang nantinya akan memuat dan memaparkan setiap informasi yang disetak dalam mesin cetak. Kertas sendiri pada awalnya ditemukan oleh seorang pria asal China bernama Tsai Lun, seornag pegawai negeri pada pengadilan kerajaan di tahun 105 Masehi ketika pada saat itu dia mempersembahkan contoh kertas yang dibuatnya kepada Kaisar Ho Ti. Semenjak itu namanya mulai terkenal diseantero China. Kertas yang dibuatnya pada saat itu terbuat dari bambu dan cukup mudah didapatkan diseantero China pada tahun 101 Masehi. Pada saat itu cara pembuatannya sangat rahasia namun penemuan ini pun akhirnya mulai menjalar hingga ke negeri Jepang dan Korea seiring dengan menyebarnya bangsa Tionghoa ke berbagai daerah di timur.

Hingga akhirnya, teknik pembuatan kertas yang sangat rahasia itu akhirnya beralih ke tangan orang-orang Arab yang merupakan bagian dari masa Abbasiyah, terlebih pasca kekalahan Dinasti Tang dalam peperangan Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Pada saat itu, para tawanan peranglah yang mengajarkan bangsa Abbasiyah teknik pembuatan kertas hingga akhirnya mulai bermunculan industry pembuatan kertas di kota Baghdad dan kota-kota lainnya. Tanpa disadari, teknik penemuan ini lalu menyebar ke berbagai Negara eropa seperti Italia, lalu beberapa negara timur seperti India. Hingga setelah perang salib, mulai menyebar ke seluruh dunia.

Pada awalnya, nama Tsai Lun dianggap bukan penemu kertas karena sebagian besar informasi mengenai penemu dari kertas itu sendiri dianggap belum jelas asal-usulnya dan dianggap hanyalah karangan fiktif semata. Namun seiring berjalannya dengan waktu, Tsain Lun akhirnya dianggap sebagai orang yang benar-benar menemukan kertas, semenjak diadakannya penelitian ulang terkait penemuan kertas itu sendiri.

Lain halnya dalam dunia islam, penemuan kertas sendiri cukup berbeda dengan versi penemuan di China. Jauh sebelum ditemukannya kertas seperti sekarang ini, masyarakat dulu, khususnya masyarakat sumeria, awalnya dalam menyampaikan informasi, mereka biasanya selalu menuliskannya diatas bebatuan atau tulang-belulang. Lain halnya oleh bangsa Chaldea dari Babylonia dalam menyampaikan informasi selalu menuliskannya diatas tanah liat. Pada masa Homer di abad ke-9, orang-orang menuliskan setiap tulisan yang sudah berbentuk buku dari lembaran-lembaran kayu. Bangsa Romawi beda lagi. Mereka menuliskannya diatas perunggu sedangkan bangsa Mesir menggunakan Papyrus untuk menulis. Dari kata itulah, orang barat mengenal istilah Paper (kertas). Papyrus sendiri adalah tanaman yang tingginya hingga 15 kaki yang tangkainya berbentuk segitiga secara bersilangan dan disekeliling tangkainya ditumbuhi daun-daun berserabut halus. Pada abad ke 3 hingga 5 SM, penggunaan papyrus sebagai media penulisan justru membuat Papyrus terkikis hingga akhirnya bangsa Mesir beralih kepada kulit binatang sebagai pengganti Papyrus.

Pada awalnya bangsa Tionghoa lah yang menemukan kertas, namun bangsa arab yang merupakan kaum muslim menawan sebagian orang-orang tionghoa yang memang ahli dalam membuat kertas untuk mengajarkan teknik pembuatan kertas dengan cara memberikan mereka beberapa fasilitas hingga akhirnya mereka pun mengajarkan para kaum arab bagaimana cara membuat kertas.

Pasca kejadian itu, para pelajar muslim mulai berinovasi untuk menemuakan hal-hal lain selain kertas hingga akhirnya membangun sebuah industri pembuatan kertas yang selain terbuat dari bambu, kertas-kertas itu pun bisa dibuat dari pohon linen, kapas, dan serat. Selain itu, mereka juga menemukan berbagain inovasi-inovasi penting seperti proses fermentasi untuk mempercepat pemotongan kulit pohon linen dan menambahkan beberapa bahan kimia seperti pemutih dan lain-lain.

Percetakan di Baghdad pertama kali didirikan pada tahun 793 M pada masa Khalifah Harun Al Rasyid dari Daulah Abbasiyah. Hingga akhirnya pabrik-pabrik kertas mulai bermunculan di Damskus, Tiberia, Tripoli, Kairo, Valencia dan lain-lain.

Perkamen yang awalnya sering digunakan di kantor pemerintahan lalu digantikan dengan kertas oleh Wazir Dinasti Abbasiyah, Ja’far Ibnu Yahya.

Orang-orang barat baru mengenal kertas beratus-ratus tahun kemudian setelah sebagian penduduk muslim sudah menggunakannya. Pabrik kertas pertama di Eropa terdapat di Fabrino, Italia yang dibagngun pada tahun 1276 M. lalu pabrik kertas kembali muncul di Nuremberg, Jerman. Akhirnya bangsa barat pun mulai mempelajari teknik pembuatan kertas, setelah bangsa barat menginvasi Spanyol islam. Setelahnya, bangsa barat mulai mendominasi dalam industry kertas.

Kertas mungkin ditemukan oleh seorang warga Tionghoa, namun untuk mesin percetakan sendiri ditemukan oleh Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg atau biasa dikenal sebagai Johannes Gutenberg (1400-1468). Seorang warga negara Jerman yang selain seorang pandai logam, dia juga sudah berjasa dalam menyumbangkan karyanya dalam dunia percetakan. Dia bukanlah penemu pertama mesin cetak, ada China dan Korea yang sudah lebih dulu membuat mesin cetak tradisional pada tahun 175 AD. Dalam mesin cetaknya, ada empat komponen penting dari metode mencetak yang sudah dia buat. Diantaranya:

  • Huruf cetak yang dapat bergerak dengan prosedur penempatan dan menjaga agar huruf-huruf itu tetap pada posisinya
  • Mesin cetak itu sendiri
  • Jenis tinta yang cocok
  • Bahan untuk mencetak seperti kertas

Kertas merupakan unsur komponen penting dalam percetakan yang kondisinya sudah siap pakai. Sebagian orang sudah pernah menghasilkan beberapa hal menyangkut 3 unsur diatas, namun Gutenberg mampu mengerjakan sejumlah perbaikan penting. Contohnya dia mengembangkan logam campuran yang sesuai untuk huruf cetak.

Selain menciptakan mesin percetakan. Gutenberg juga dipercaya mencetak bible (yang berisikan 42 baris) dari pinjaman uang Johann Fust namun Gutenberg yang sudah dipercaya untuk mencetak bible tersebut tiba-tiba dipecat karena dituduh mencetak surat pengampunan, calendar, dan bacaan ringan sebagai pengisi waktu luang. Meski demikian, Bible Gutenberg diakui sebagai karya dengan estetika dan berkualitas tingga karena penggunaan tinta minyak yang dianggap lebih bagus dan tahan lama ketimbang menggunakan tinta air yang sering dipakai pada saat itu.

Setelah penemuan mesin cetak ini, bangsa Eropa semakin menunjukan perkembangan yang pesat bahkan maju sehingga penemuan mesin cetak ini dianggap sebagai titik awal dari semakin pesatnya perkembangan modernisasi saat ini.

Selain itu, percetakan di beberapa negara eropa pun semakin berkembang diantaranya:

  • Di Jerman, Prototipe pertama surat kabar diterbitkan di Bremen Jerman pada tahun 1609
  • Di Inggris, surat kabar pertama yang masih sederhana terbit pada tahun 1921

Sejarah Pulitzer

Pulitzer Prize, atau biasa dikenal dengan nama Penghargaan Pulitzer, adalah penghargaan tertinggi yang didedikasikan untuk para jurnalis-jurnalis di Amerika Serikat. Selain dibidang penulisan, penghargaan ini juga ditujukan untuk bidang fotografi dan gubahan musik. Namun penghargaan ini hanya didedikasikan untuk tulisan-tulisan atau fotografi hasil dari surat kabar yang berbasis di Amerika Serikat saja. Setiap pemenang dari penghargaan ini dipilih oleh badan independen yang secara resmi dipilih oleh Columbia University Graduate School of Journalism di Amerika Serikat. Suatu kehormatan apabila suatu surat kabar mendapatkan penghargaan ini dan tercatat surat kabar New York Times sering mendapatkan penghargaan ini hingga 95 kali dari tahun 2007.

Sesuai dengan namanya, penghargaan ini didirikan oleh Joseph Pulitzer, seorang tentara dikerajaan Austria yang kemudian setelah diberhentikan karena alasan kesehatan, dia mulai meniti karir di Amerika Serikat. Sempat menjadi tentara yang berdinas dalam Perang Sipil Amerika, Pulitzer kemudian bekerja sebagai watawan untuk surat kabar Jerman sampai akhirnya ia bergelut didunia politik dan bergabung dengan Partai Republik. Lalu dia pindah ke Partai Demokrat sampai akhirnya dia membeli surat kabar Post seharga USD 3.000 dan setahun kemudian dia menjual surat kabar itu kembali dengan harga berlipat. Pada tahun 1879, Pulitzer membeli surat kabar St. Louis Dispatch dan St. Louis Post yang lalu digabungkan menjadi satu dengan nama St. Louis Post-Dispatch yang kemudian diubah lagi menjadi St. Louis saja. Saat itulah masa kejayaan dan kesuksesan menghampirinya.

Tahun 1862, ia mengambil alih New York World dan meraup untung sejumlah USD 346.000 dalam setahun. Hal itu terjadi karena Pulitzer merubah semua arah pemberitaan dengan setiap isinya mengandung gosip, human-interest, skandal, berita sensasional yang pada masa itu belum dilakukan oleh media masa manapun.

Tahun 1892, Pulitzer mengajukan tawaran kepada Columbia University untuk mendirikan sekolah jurnalis pertama dengan dana USD 2 juta. Awalnya tawaran tersebut ditolak namun karena ada pergantian pimpinan universitas, akhirnya tawaran tersebut diterima. Sayangnya, pendirian sekolah tersebut baru dilakukan pada tahun 1912 setelah Pulitzer meninggal dunia diatas kapal pesiarnya yang sedang berlabuh di Charleston, South Carolina. Jasadnya kemudian dimakamkan di Bronx, New York.

Pulitzer Prize ini pertama kali dilaksanakan pada 4 Juni 1917 dan dewan Pulitzer selalu diisi oleh akademisi dari Columbia University serta anggota dari komunitas berita. Ada sekitar 21 kategori untuk penghargaan ini diantaranya:

  • Satu untuk musik
  • Enam dalam sastra (karya fiksi, drama, puisi, sejarah, biografi, dan nonfiksi umum)
  • 14 dalam jurnalisme (liputan investigative, kartun editorial, fotografi breaking news, pelaporan breaking news, explanatory reporting, laporan nasional, kritik, pelaporan internasional, fitur fotografi, tulisan editorial, komentar, pelaporan local, penulisan fitur, layanan publik)

Penghargaan pelayanan publik (public service) diberikan kepada surat kabar (bukan individu), meskipun seorang jurnalis dapat diakui dalam teks kutipan.

Pemenang Penghargaan Pulitzer berhak memperoleh hadiah uang sebesar 10.000 USD dan sertifikat, sementara untuk pemenang kategori pelayanan publik mendapatkan sebuah medali emas.

Sejarah Jurnalistik di Indonesia

Abad ke-18 merupakan titik awal mulai munculnya jurnalistik di Indonesia namun diterbitkan oleh orang Belanda dengan bahasa mereka (bukan bahasa Indonesia) namun seiring berjalannya waktu, surat kabar asli Indonesia pun mulai bermunculan dengan bahasa Melayu namun dengan aksara Jawa, Arab, ataupun aksara Latin.

Berikut beberapa perkembangan jurnalistik di Indonesia dari berbagai macam zaman:

  • Zaman Belanda

Penerbitan surat kabar di Indonesia sudah terjadi sejak penguasaan VOC, tepatnya pada tahun 1676. Awalnya hanya orang-orang asing seperti Belanda dan Inggris saja yang boleh menerbitkan surat kabar. Namun akhirnya kaum Tionghoa dan pribumi pun di ijinkan untuk ikut menerbitkan surat kabar sendiri. Dalam buku Oud Batavia karya Dr. De Haan, dikatakan bahwa muncul terbitan berkala dengan nama Kort Bericht Eropa (berita singkat Eropa) yang memuat berbagai berita dari negara-negara di Eropa seperti Inggris, Polandia, Belanda, dan lain-lain yang dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede pada tahun 1676. Setelah itu mulai bermunculan berbagai terbitan seperti Bataviasche Nouvelles (berita mengenai resepsi pejabat, stok perdagangan, dll), Bataviasche Koloniale Courant (surat kabar pertama di Batavia), Java Government (surat kabar mingguan), serta beberapa surat kabar yang terbit disetiap daerah di Indonesia. Sampai pada tahun 1901, surat kabar Warta Berita pun terbit dan juga merupakan surat kabar pertama yang menggunakan bahasa Indonesia disetiap isi beritanya

  • Zaman Jepang

Pada saat Jepang menginvasi Indonesia, surat kabar yang ada di Indonesia diambil alih secara perlahan agar pemerintah Jepang dapat memperketat pengawasan terhadap isi setiap surat kabar

  • Zaman Kemerdekaan

Pada masa itu, masyarakat Indonesia mulai memboikot dengan alasan telah merampas hak mereka dalam mendapatkan informasi. Berita Indonesia yang saat itu dipimpin oleh Eddie Soeraedi turut serta terlibat dan meminta agar rakyat mengahdiri rapat raksasa di lapangan Ikada Jakarta pada tanggal 19 September 1945

  • Zaman Orde Lama

Pada zaman ini, terdapat larangan kegiatan politik, termasuk pers, dan hal itu tepat setelah presiden Soekarno mengumumkan Dekrit kembali ke UUD ’45 pada tanggal 5 Juli 1959. Hal itu pun dimanfaatkan oleh PKI yang pada saat itu mengarahkan perhatiannya terhadap pers

  • Zaman Orde Baru

Surat kabar yang tadinya dipaksa untuk memiliki gantolan, lalu mendapatkan kepribadiannya

  • Zaman Reformasi

Setelah berakhirnya Orde Baru,  kebebasan berekspresi melalui media atau kebebasan pers dialihkan

Sumber:
+ http://homework-uin.blogspot.com/2009/12/sejarah-jurnalistik.html
+ http://www.indoforum.org/showthread.php?t=25968
+ http://hizbut-tahrir.or.id/2008/04/24/kejayaan-khilafah-jejak-industri-kertas-di-dunia-islam/
+ http://kertasajaib.com/sejarah-perkembangan-kertas/
+ http://blogpenemu.blogspot.com/2014/02/penemu-mesin-cetak-johannes-gutenberg.html
+ http://elisabetyas.wordpress.com/2010/04/14/sejarah-surat-kabar-dan-perwajahannya/
+http://blog.lendabook.co/2014/11/05/sejarah-pulitzer-prize-penghargaan-tertinggi-dalam-bidang-jurnalistik/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s