[Jurnalistik: Opini] Model ini Sering Melakukan Operasi Plastik Sejak Usia 22 Tahun

Ada satu berita yang cukup menarik perhatian saya, terlepas dari berita terkait pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden-Wakil Presiden yang baru serta keriuhannya dalam menentukan menteri-menterinya yang sebenarnya tidak terlalu penting juga bagi orang-orang yang tidak paham dengan dunia politik.

Berita ini datang dari Rachel Wallace, seorang model yang merupakan mantan atlet senam ini dikenal karena keseringannya melakukan operasi plastik. Pada usia 22 tahun, dia memutsukan untuk suntik bottox dan filler pada bibirnya yang sebenarnya terdengar janggal karena suntik bottox dan filler hanya dilakukan oleh para wanita yang sudah memasuki usia 40 tahun dan merasa kulitnya mengendur. Namun, wanita asal Irlandia ini justru tidak menyesal dengan keputusannya menyuntikan bottox dan filler ke bibirnya dan berencana akan melakukannya lagi. Selain itu, pada usia 23 tahun, dia kembali melakukan operasi plastik dengan membesarkan payudaranya dan semenjak itu, karirnya didunia modeling semakin berjalan mulus berkat hasil operasi plastiknya yang berhasil dan lagi-lagi dia berencana akan melakukannya lagi.

Menurut saya, apa yang telah dilakukannya sah-sah saja terlebih tujuannya melakukan operasi plastik bisa dikatakan bermaksud positif terlebih semenjak dia melakukan operasi plastik pada bibir dan payudaranya, justru respon yang dia terima berisikan hal-hal yang positif. Meskipun dia berasal dari Irlandia yang sebenarnya memiliki kesamaan dengan Indonesia, sama-sama ‘tabu’ akan hal-hal seperti seksual, operasi plastik, dan bertelanjang dada, namun dia tetap percaya diri dan bahkan cukup sukses menjadi model di luar Irlandia. Saya pribadi sih merasa kurang setuju dengan opini operasi plastik akan mengubah apa yang sudah diciptakan oleh Tuhan. Namun, kembali lagi kepada hak manusia yang kita tidak bisa melarangnya karena setiap manusia dibumi memiliki haknya sendiri dan kita tidak dijinkan untuk melarangnya. Demikian untuk haknya Wallace dalam melakukan operasi plastik. Itu jelas haknya dia dan we shouldn’t forbid her for such a nonsense reason. Jadi, yang bisa saya simpulkan adalah yaudahlah yah, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan, toh kita bukan keluarga dekatnya, dan itu pun adalah haknya dia juga, kan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s