[Jurnalistik] Interpretasi: Novel “Looking For Alaska” by John Green

Novel Looking For Alaska adalah novel pertama John Green yang diterbitkan pada tahun 2008 yang juga menjadi Best Selling di New York, Amerika Serikat. Novel ini menceritakan tentang Miller, remaja yang hidupnya bisa dikatakan biasa-biasa saja, sampai ketika dia memasuki dunia kampus. Disana dia bertemu Chip, atau biasa dipanggil dengan sebutan Colonel. Dia adalah teman baru sekaligus teman sekamar diasrama kampusnya yang memiliki karakter bijak dan tegas – tidak heran dia dipanggil Colonel, dan dikenal sangat membenci anak-anak yang berasal dari keluarga yang kaya karena menurutnya anak-anak yang berasal dari orang kaya cenderung sombong dan arogan. Dari kedekatan mereka sampai akhirnya bersahabat, Chip mengenalkan kedua sahabatnya, Takumi dan Alaska kepada Miller. Saat Pudge – panggilan Miller dari Chip, bertemu dengan Alaska, hari-harinya yang biasanya monoton dan membosankan berubah menjadi berbeda dan ada satu hal yang membuatnya penasaran dengan sosok Alaska yang cantik, ceria, konyol, namun dia memiliki sisi misterius yang entah bagaimana justru membuat Pudge tertarik untuk mengenal lebih jauh tentangnya. Dari keseluruhan cerita dinovel ini, ada beberapa nilai-nilai penting yang bisa kita temukan dari beberapa tema yang ada dinovel ini dan bisa kita tafsirkan secara mendalam.

· Tema pertama: Persahabatan, Bullying, dan Balas Dendam

Saat Miller mulai memasuki dunia perkuliahan, dia tidak pernah mengharapkan dirinya akan memiliki setidaknya seorang sahabat karena pada dasarnya dia adalah sosok pendiam yang sulit bersosialisai dengan orang sekitar. Namun ketika dia bertemu dengan Chip, teman sekamar di asrama kampusnya, dia tidak menyangka dirinya bisa langsung dekat bahkan bersahabat dengannya. Dan dari persahabatan itu, muncul suatu kejadian ketika sekumpulan anak-anak dari kalangan keluarga orang kaya yang mencoba mem-bully-nya Miller dengan menculiknya ke sebuah danau kampus pada malam hari hanya dengan celana boxer dan matanya ditutup dengan kain merah serta tubuhnya diikat dengan tali. Alasan mereka melakukannya karena Miller dekat dengan Chip yang merupakan musuh mereka lalu setelah cukup ‘menyumpahi’ Miller dan membiarkannya tergeletak dipinggir danau, akhirnya mereka pergi begitu saja dan meninggalkan Miller dalam keadaan mata tertutup serta terikat dipinggir danau. Colonel – panggilan Chip, serta Takumi, ketika tahu Miller diculik, langsung mencarinya sampai akhirnya mereka menemukannya dipinggir danau. Mereka lalu melepaskan ikatan tali ditubuhnya dan ikatan kain dimatanya lalu membawanya ke kamar asrama. Pada saat itulah Pudge – panggilan Miller dari Colonel, mulai menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya lalu mulai saat itu mereka mulai melakukan aksi balas dendam kepada mereka yang telah mem-bully Pudge dari membuang kotoran disepatu, masuk ke kamar mereka secara diam-diam dan mengambil barang-barang didalamnya seperti minuman beralkohol, rokok, dll. Disini saya bisa tafsirkan bahwa beberapa bagian dalam cerita ini mencerminkan bagaimana kelakuan remaja-remaja pada dasarnya disebuah universitas pada tahun pertama mereka yang memang dianggap biasa saja dan wajar, terlebih kelakuan seperti ini sering terjadi di universitas di Amerika Serikat yang dikenal bebas untuk hal-hal seperti itu.

· Tema kedua: Percintaan

Pada saat Miller dikenalkan pada sosok Alaska, hari-harinya yang biasa saja menjadi berubah menjadi suatu hal yang sangat berbeda. Dari hal itu mereka menjadi dekat dan Pudge mulai mengenal bagaimana sosok Alaska: cantik, mempesona, seksi, ceria, terkesan rebel, dan loyal kepada teman. Namun satu hal yang membuatnya masih belum dipahaminya adalah sisi Alaska yang misterius. Tapi justru itulah yang membuatnya semakin tertarik akan sosok Alaska meski dia sudah memiliki pacar yang kuliah dikampus yang berbeda. Walau demikian, mereka tetap dekat bahkan terlihat sebagai pasangan kekasih. Saat Miller berada dalam masa-masa kasmaran akan sosok Alaska, dia bertemu Laura, gadis cantik yang merupakan teman sekelasnya yang berasal dari Hungaria. Awalnya Miller hanya menganggap Laura teman biasa, namun ketika Alaska memberitahunya bahwa Laura menyukainya, dari situ Miller mulai tertarik, terlebih karna dia ingin melupakan cinta sepihaknya dengan Alaska, akhirnya Miller dan Laura mulai menjalin hubungan pada malam saat Miller, Laura, Colonel, Takumi dan Alaska berkumpul bersama pada malam hari didepan gudang tua milik kampus.setelah menjalin hubungan tidak lebih dari seminggu, akhirnya Miller memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Laura karena selama ini dia tidak benar-benar mencintai Laura. Bahkan pada saat mereka menghabiskan waktu berdua pun, yang ada dipikiran Miller hanya Alaska dan Alaska. Setelah putus dari Laura, kehidupan Miller tidak berubah sama sekali, tetap bersahabat dengan Colonel dan Takumi, dan juga tetap dekat dengan Alaska. Disuatu ketika, pada saat libur Thanksgiving, Miller memutuskan untuk tidak pulang ke rumah dan memilih untuk menghabiskan waktu liburannya di asrama bersama Alaska karena alasan tertentu yang tidak dia beritahukan kepada Miller. Menghabiskan waktu hanya berdua dikawasan kampus dan asrama yang sepi membuat mereka akhirnya bersenang-senang dan melakukan hal-hal konyol seperti memasuki kamar asrama yang kosong ditinggal oleh para pemiliknya dan mengambil barang-barang yang ada didalamnya dan mengacak-acaknya dan akhir dari kesenangan mereka ditutup dengan acara minum vodka milik Alaska yang disembunyikannya dengan mengubur botol-botol beberapa minuman keras miliknya disebuah lapangan luas milik kampus. Pada saat itulah Alaska secara tidak langsung mulai mengungkapkan ketertarikannya kepada Miller namun sepertinya Miller tidak terlalu memikirkannya karena pada saat itu Alaska sedang mabuk. Bisa dikatakan kisah cinta yang diceritakan dinovel ini masih dianggap sangat biasa bahkan sering terjadi dikalangan remaja yang memiliki perasaan yang tidak terbalas atau perasaan yang tidak bisa diungkap karena kehadiran sosok lain dihidupnya. Jadi bisa dikatakan kisah cinta mereka sangat remaja dan cukup ‘gemas’ membacanya.

· Tema ketiga (Tema Utama): Perpisahan dan misteri dibaliknya

Dibagian ini, diceritakan ketika suatu malam pada saat Colonel, Miller, dan Alaska menghabiskan waktu bersama dikamar Alaska dengan minum-minum bersama dan memainkan Truth or Dare pada saat mereka cukup mabuk. Pada saat giliran Alaska yang memilih antara Truth or Dare, dia memilih Dare dan menantang Miller untuk mencumbunya. Awalnya Miller ragu namun akhirnya mereka melakukannya. Pada saat mereka bercumbu, Miller mulai merasa perasaannya kepada Alaska benar-benar nyata namun harus terhenti ketika ponsel Alaska berdering dan ketika Alaska mengangkatnya, dia tiba-tiba panik dan meminta bantuan Miller dan Colonel agar membantunya keluar dari area kampus secepatnya karena adanya peraturan agar mahasiswa tidak keluar dari kawasan kampus ataupun asrama pada tengah malam. Akhirnya keduanya pun membantunya dengan mengalihkan Eagle – dosen sekaligus penjaga asrama kampus, dengan membakar bagian rumahnya yang kebetulan dekat dengan area asrama agar tidak melihat kepergian Alaska pada saat itu juga. Keesokan harinya, tiba-tiba seluruh mahasiswa dikumpulkan di aula kampus dan Eagle memberitahukan kabar bahwa Alaska mengalami kecelakaan dan telah meninggal dunia. Miller yang pada saat itu berada disana merasa bingung, aneh, dan merasa kalau Alaska hanya sedang membual namun Eagle meyakinkannya bahwa Alaska benar-benar mengalami kecelakaan tepat didepan sebuah kantor polisi pada dini hari. Miller pun merasa shock, mual, tidak mengerti dengan situasinya saat itu, dan begitu pula dengan Colonel. Dia hanya terdiam tidak mengatakan apapun. Setelah perkumpulan itu, mereka berdua kembali ke kamar mereka dan kembali terdiam, pikiran mereka kembali pada saat malam itu, pada saat mereka dalam keadaan mabuk, pada saat Miller dan Alaska bercumbu, pada saat tiba-tiba Alaska mendapat panggilan telpon dan panik, pada saat Alaska dengan paniknya meminta bantuan mereka berdua untuk membantunya keluar dari area kampus, semua kembali tergambar jelas dalam pikiran mereka, sampai akhirnya tiba-tiba mereka mendapat kabar kematian Alaska, semakin membuat mereka speechless, terkejut sekaligus bingung, dan juga sedikit menyesal. Pada saat itu pula mereka akhirnya memutuskan untuk memecahkan misteri dibalik kepergian Alaska pada malam itu yang terkesan ganjal sampai akhirnya dia mengalami kecelakaan dan meninggal. Pada bagian ini, diceritakan inti cerita yang klimaks pada saat tiba-tiba Alaska mengalami kecelakaan dan meninggal dunia namun tersimpan misteri dan cerita lain dibalik kematiannya yang benar-benar unpredictable dan membuat saya menebak-nebak sendiri alasan dia dia mengalami kecelakaan yang ternyata sangat berbeda dengan apa yang saya tebak sebelumnya. Dari sini pula diceritakan bagaimana egoisnya Miller yang selalu mementingkan perasaannya yang masih gantung karena pada malam itu ketika Miller dan Alaska bercumbu, ada satu hal yang ingin dikatakan Alaska namun terhalang karena panggilan telpon diponselnya, dan itu membuat Miller penasaran dan terus memikirkannya sampai Miller berselisih dengan Colonel karena menurut Colonel, Miller sangat egois, tidak memikirkan bagaimana bisa Alaska bisa terbunuh dan justru malah memikirkan perasaannya yang tidak jelas. Namun akhirnya mereka berbaikan dan kembali mencari tahu misteri dibalik kematian Alaska.

· Tema Keempat: Alasan dibalik kepergian Alaska

Dari sekian perandaian dan alasan yang mungkin ada hubungannya dengan kepergian mendadak Alaska seperti teringatnya Alaska akan hari jadiannya dengan pacarnya, Jack, atau tiba-tiba Alaska ditelpon oleh Jack dengan embel-embel ingin memutuskan hubungannya dengan Alaska sehingga bisa jadi hal itu mungkin membuat Alaska pada malam itu panik dan buru-buru pergi keluar untuk menemui Jack dalam kondisi mabuk lalu mengalami kecelakaan karena menghindari mobil yang melaju didepannya – setidaknya informasi itu yang didapatkan oleh keduanya pada saat mewawancarai polisi yang berada disekitar kejadian. Terlebih satu hal yang meyakinkan alasan itu adalah adanya seikat bunga daisy didalam mobil. Bisa saja bunga itu untuk hadiah hari jadi mereka – itulah pikiran mereka pada saat itu. Pada saat mereka sedang menyelidiki kematian Alaska, mereka tidak memberitahukan Takumi karena mereka tidak ingin Takumi tahu bahwa Miller dan Colonel lah yang telah membantu Alaska untuk keluar dari area kampus pada malam itu. Sampai pada saat libur musim panas tiba, Miller kembali memutuskan untuk tetap tinggal di asrama. Pada saat dia termenung diam dikamarnya, dia menemukan sebuah surat. Dari Takumi – begitulah yang tertera disurat itu. Dari surat itu Miller baru mengetahui bahwa pada malam itu, pada saat Alaska diam-diam pergi menuju mobilnya sedangkan Miller dan Colonel mengalihkan perhatian Eagle dengan membakar bagian rumahnya, Takumi secara tidak sengaja bertemu dengan Alaska diparkiran mobil namun pada saat itu dia tidak menyapanya karena melihat ekspresi Alaska pada saat itu yang terlihat panik. Dari surat itu pula, Takumi menuliskan mengenai hari kematian ibu Alaska yang tepat pada saat Alaska mengalami kecelakaan. Pada saat itulah Miller mulai mengingat ketika Alaska menceritakan tentang ibunya yang sellau membawanya kebun binatang pada saat libur musim panas dan bagaimana ibunya meninggal sampai dirinya dibenci oleh ayahnya karena tidak menolong ibunya yang terpeleset sampai meninggal. Diakhir surat Takumi, dia mengatakan bahwa dia akan berhenti kuliah dan memutuskan untuk pindah ke rumah halamannya di Jepang dan akan menetap disana. Akhirnya, Miller mulai mengerti dibalik kepanikan Alaska pada malam itu dan arti dari bunga daisy yang ada dimobilnya saat itu. Ibunya Alaska sangat menyukai bunga daisy, dan pada saat itu pula dia mulai menghubungi Colonel mengenai hal itu dan ternyata Colonel pun mendapat surat yang sama dari Takumi. Yang bisa kita dapatkan dari bagian ini adalah bagaimana rasanya ketika pada saat seseorang mulai menemukan kebenaran dibalik kejadian yang belum terpecahkan, justru salah satu orang yang kita sayangi memutuskan untuk pergi secara tiba-tiba. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Miller ketika dia mulai mengetahui kebenaran dibalik kepergian Alaska, justru Takumi memutuskan untuk pergi dan sedikit merasa menyesal karena merahasiakan kebenaran itu kepada Miller dan Colonel.

· Kesimpulan

Dari keseluruhan novel ini, pesan yang bisa kita dapatkan adalah kesetiaan, terlebih kepada teman. Hal itu bisa kita lihat dari persahabatan antara Miller, Colonel, Takumi dan Alaska yang meski terdapat intrik ‘perasaan cinta dan kasih sayang’ antara Miller kepada Alaska, namun rasa setia terhadap teman sangat terasa dari awal cerita sampai akhir cerita. Selain itu, ada beberapa kutipan-kutipan yang inspiratif didalam novel ini yang bisa dijadikan motivasi tersendiri dan juga novel ini cukup menghibur karena ada beberapa bagian cerita yang humoris disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s