[Softskill] Pemuda dan Peranannya di Dunia Pendidikan

Sebuah negara dikatakan maju jika memiliki kualitas pendidikan yang tinggi dan peran generasi muda sangatlah mempengaruhi dalam memajukan negaranya dengan mempraktikan apa yang sudah dia pelajari selama di sekolah/perguruan tinggi serta menghargai apa yang sudah didapatkannya dari hasil pembelajarannya selama ini di dunia pendidikan. Ini membuktikan bahwa pemuda dan pendidikan adalah satu kesatuan yang saling terkait satu sama lain.

Bagi setiap orang, pendidikan sangatlah penting untuk saat ini, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan terus berkembang tanpa kita sadari dan sebagai seorang pemuda (mahahsiswa), para pemuda diharapkan bisa menyebarkan ilmu yang sudah didapatkan dari bangku kuliah kepada masyarakat sekitar dan hal ini juga tidak bisa lepas dari peran pemerintah yang seharusnya bisa memberikan kesempatan-kesempatan yang lebih luas lagi untuk sebagian para generasi muda yang berada dipelosok-pelosok daerah karena pendidikan adalah prioritas utama yang berguna dalam pembangunan bangsa. Hal itu tercantum dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (3).

Saat ini, tidak sedikit para generasi muda yang mulai berbaur dengan masyarakat lain untuk mempraktikan apa yang sudah dia dapatkan dan pelajari di bangku kuliah, namun tidak banyak juga para pemuda yang sudah mengenyam dunia pendidikan namun belum benar-benar mempraktikan ilmu yang sudah didapatnya sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 khususnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Hal ini sudah tercantum dalam UU Nomor 23 Tahun 2003 yang menyatakan untuk mengembangkan potensi diri anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, kecerdasan, dan keterampilan. Undang-Undang Dasar tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa tujuan pendidikan bukan saja untuk menjadikan peserta didik pandai, cerdas, dan terampil saja, tetapi lebih dari itu menjadikannya manusia seutuhnya yang memiliki kecerdasan dan kemampuan intelektual, emosional dan spiritual. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan akan sukses dimanapun berada karena segala gerak langkahnya didasarkan pada nalar atau pemikiran yang tinggi, emosi yang terkendali dan motivasi yang kuat, keyakinan yang besar dan suara hati nurani yang bersih.

Namun praktik pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi semua yang diamanatkan UUD maupun UU tentang Sistem Pendidikan Nasional. Contohnya bisa dilihat dari ujian nasional yang hanya menguji tiga mata ajaran yang tidak menyinggung masalah iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil pendidikan pada saat ini nampaknya juga belum “siap pakai” karena belum dapat memenuhi tuntutan pasar kerja.

Ada hal lain yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan yaitu perlunya pemahaman dan penghayatan terhadap Pancasila yang saat ini nampaknya kurang mendapatkan perhatian serius. Pemuda dan semua anak didik harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Pancasila dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk final yang harus dijaga kelestariannya, meyakini akan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan harus menjadi landasan dari semua pilar-pilar dimensi yang lain.

Memang sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Pendidikan di Indonesia masih tersendat perkembanganannya karena faktor anggaran yang belum memenuhi. Oleh karena itu, walaupun anggaran pendidikan telah mengalami kenaikan, namun dirasakan belum mencukupi untuk mewujudkan hasil pendidikan yang diharapkan. Diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk memprioritaskan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Disamping itu semua komponen bangsa termasuk para pengusaha yang sudah maju perlu berkontribusi dalam pendidikan yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial.

Melalui pendidikanlah diharapkan menghasilkan insan yang tidak hanya menyandang gelar, tetapi insan yang memiliki motivasi, semangat ilmiah, yang kreatif, yang selalu mencari kesempurnaan, dan menghindarkan apatisme serta setengah-setengah. Manusia yang demikian itulah yang dapat menjadi andalan masa depan. Hal ini sejalan dengan Ketetapan MPR RI Nomor VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan yang antara lain mengamanatkan kepada kita semua untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bekerja sama dan bersaing dalam era globalisasi dengan mencintai tanah air dan jati diri bangsa.

Sejak zaman pergerakan nasional Indonesia, peranan pemuda sangat besar, dan dalam perjuangannya banyak melalui pendidikan bangsa. Tengoklah misalnya perjuangan Budi Oetomo, Taman Siswa dan lainnya. Para Founding Fathers pun banyak melakukan pendidikan bangsa, misalnya Soekarno tidak henti-hentinya mendidik bangsa terutama untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa, semangat nasionalisme dengan pendidikan politik dan yang juga dikenal dengan nation and character building.

Pada saat ini pemuda juga dituntut untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan. Tentu saja sesuai dengan tuntutan kemajuan dan perkembangan zaman. Para pendidik dituntut bukan hanya sekedar menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus dapat berperan menjadikan anak didik menjadi manusia Indonesia yang maju, mandiri, bermartabat, bermakna dalam kehidupannya baik dalam hubungannya dengan masyarakat, alam dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Disamping menjadi pendidik yang baik, para pemuda dapat menjadi generasi muda yang berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada masa sebelumnya ada sebagian mahasiswa yang diminta dan dimobilisasi menjadi pendidik secara sukarela terutama di daerah terpencil. Pada saat ini pemuda dapat berinovasi bagaimana berperan untuk membangun bangsa. Bagaimanapun para pemuda saat ini, pada saatnya nanti akan menjadi pemimpin yang antara lain bertanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa, karena hal itu merupakan amanat konstitusi.

Contoh kasus:

Inggris incar Mahasiswa Indonesia untuk Studi

Metrotvnews.com: Inggris mengincar mahasiswa Indonesia untuk studi di universitas atau mengambil pendidikan online yang ditawarkan perguruan tinggi Inggris, kata Menteri Universitas dan Sains David Willetts.

“Saya punya target, kenaikan besar. Saat ini hanya ada sekitar seribu mahasiswa Indonesia di Inggris, dan dibandingkan dengan ambisi pemerintah untuk menyediakan pendidikan (tinggi), jumlah ini sangat rendah. Inilah yang menurut saya harus kita tingkatkan demi kepentingan kedua negara,” kata Willetts.

Indonesia menandatangani sembilan perjanjian kerjasama perguruan tinggi dengan Inggris November tahun lalu. Sejumlah kerjasama ini termasuk pembentukan program beasiswa doktoral, dengan sekitar 150 mahasiswa Indonesia belajar di Inggris setiap tahun.

Kerjasama lain antara Insitut Teknologi Bandung dan Universitas Cranfield untuk membentuk program dua gelar S2 dalam bidang rekayasa dan teknologi, serta pembentukan riset klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Universitas Oxford.

David Willetts mengatakan untuk menindaklanjuti berbagai kerjasama ini, ia merencanakan untuk berkunjung ke Indonesia dengan sejumlah perwakilan dari berbagai universitas di Inggris untuk melihat berbagai peluang bagi para mahasiswa. (BBC)

Dari contoh kasus di atas, dapat kita lihat sendiri bagaimana peran pemuda saat ini sangat diharapkan bahkan pemerintahan Inggris pun peduli dan yakin bahwa dengan memberikan peluang belajar di berbagai universitas ternama di Inggris, para mahasiswa ini dapat menambah kualitas pendidikan mereka menjadi lebih baik dan mampu mengaplikasikan nya kepada masyarakat luas.

Sumber:

http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/05/peran-pemuda-dalam-pengembangan-pendidikan-469341.html

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/10/29/7/191236/Inggris-Incar-Mahasiswa-Indonesia-untuk-Studi

 

Nama: Denis Medina

Kelas: 2SA03

NPM: 11612837

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s