[Softskill] Individu & Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

Pengertian Individu

Individu berasal dari bahasa latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Individu sendiri merupakan sebutan yang digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Jadi, Individu adalah manusia perseorangan yang menyatakan akan dirinya sendiri. Namun bukan berarti hanya menyatakan satu manusia yang terbatas. Individu yang sejatinya sudah di ciptakan oleh Tuhan YME sudah diberikan kelengkapan dalam dirinya yakni raga, rasa, rasio, dan rukun atau pergaulan hidup.

Dan seorang individu itu sendiri pasti tidak terlepas dari yang namanya pertumbuhan akan dirinya sendiri dan di wilayahnya pun pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk di setiap tahunnya. Ada beberapa faktor yang membuat suatu wilayah mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup pesat yakni:

  • Kelahiran (Natalitas)
  • Kematian (Mortalitas)
  • Perpindahan penduduk (Migrasi)

Natalitas dan Mortalitas dinamakan faktor alami, sedangkan Migrasi dinamakan faktor non-alami. Migrasi juga dibagi dua yakni migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk dan migrasi yang dapat mengurangi penduduk (emigrasi).

Contoh kasus:

Pertumbuhan Penduduk Inggris Tertinggi di Eropa

Penduduk Inggris bertambah 419.900 menjadi 63,7 juta jiwa antara Juni 2011 hingga Juni 2012, menurut data yang dikeluarkan kantor statistik nasional (ONS). Pertambahan ini menjadikan Inggris negara dengan pertumbuhan penduduk tertinggi di antara negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, kata ONS.

Selama periode tersebut selisih antara kelahiran dan kematian adalah 165.600 orang sementara selisih pendatang dan warga yang meninggalkan Inggris tercatat 165.000 orang. Sebagian besar pendatang berasal Cina, India, Jerman, Amerika Serikat, Pakistan, Polandia, dan Australia. Pada periode tersebut kelahiran bayi mencapai 813.200 atau yang tertinggi sejak 1972. Pada saat yang bersamaan penduduk Prancis bertambah 319.100 menjadi 65,4 juta jiwa sementara Jerman bertambah 166.200 menjadi 80,3 juta jiwa.

Data kependudukan terbaru ini dikeluarkan di tengah keprihatinan tentang kurangnya jumlah bidan di Inggris. Direktur eksekutif organisasi yang mewadahi bidan, Cathy Warwick, mengatakan sudah ada penambahan jumlah bidan, namun angkanya belum mencukupi. “Ini berdampak pada layanan kehamilan dan bersalin. Kami kesulitan menyediakan layanan yang berkualitas,” kata Warwick. “Layanan setelah melahirkan adalah salah satu layanan kesehatan yang paling penting karena ini akan menjadi dasar untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera,” katanya.

Dari keseluruhan artikel kasus ini, kita bisa melihat bahwa untuk sebuah negara yang dikenal akan pemerintahan kerajaannya, cukup mengejutkan untuk hal ini terkait banyaknya angka kelahiran bayi dan juga di ikuti oleh banyaknya para imigran dari luar Inggris yang mengadu nasib di negara ini. Tidak mengherankan juga kalau ada cukup banyak pendatang yang datang ke Inggris mengingat Inggris sebagai negara yang cukup menjanjikan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik meski biaya hidup disana cukup berat.

Sumber:

http://keripiku.blogspot.com/2010/11/pengertian-individu-keluarga-dan.html

http://inspirasi-mahasiswa.blogspot.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130808_penduduk_inggris.shtml

Nama: Denis Medina

Kelas: 2SA03

NPM: 11612837

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s